Judul buku : Gajah Mada
Jumlah halaman : 134 Halaman
Penerbit : Nuansa Cendekia
Cetakan : Pertama
Tahun Terbit : 2013
Penulis : Kuncoro Adi
Rangkuman
Dalam buku Gajah Mada memuat kisah tentang seorang mahapatih yang luar biasa dengan sumpah yang melegenda, yaitusumpah palapa. Tak diragukan lagi bahwa gajah mada memang sosok yang luar biasa dengan delapan belas prinsip hidup yang dipegang selama hidupnya. Delapan belas prinsipnya itu adalah: 1. Wijaya (memperoleh kemenangan dalam setiap permasalahan yang dihadapi), 2. Mantriwira (berani), 3.Wicaksanengnaya (Bijaksana), 4. Mataggwan (memiliki tanggung jawab yang besar), 5. Satya Bhakti Aprabhu (setia dan berbakti kepada negara dan raja (prabu), 6. Wagmi Wak (pandai bertutur kata), 7. Sarjjawopasama (berperilaku rendah hati, tulu ikhlas, serta lurus dan sabar, 8. Dhirotsaha (bekerja dengan sungguh-sungguh), 9. Tan lalana (usaha yang tak kenal lelah), 10. Diwyacitra (selalu menjalin hubungan baik dengan orang lain), 11. Tan Satrisna (tidak memikirkan kesenangan duniawi), 12. Sihsamastabhuwana (menyayagi seluruh dunia), 13. Ginong Pratidina (mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang buruk), 14. Sumantri (menjadi pegawai kerjaan yang ideal dan jauh dari celaan), 15. Anayaken (Tidak gentar untuk memusnahkan lawan), 16. Ambek Parama Artha (mendahulukan kepentingan umum), 17. Waspada Purwa Artha (waspada untuk melakukan pembenahan) dan 18. Prasaja (hidup sederhana).
Demikianlah delapan belas prinsip gajah mada yang membuat dirinya menjadi sosok yang luar biasa, sampai sepeninggalannya, tak ada seorangpun yang pantas dan sanggup menggantikan posisi patih amangkubumi yang disandangnya. Baru selang 3 tahun sejak mangkatnya sang patih Gajah Mada, kepemimpinannya dibagi atas empat orang pejabat tinggi kerajaan.
Namun ironis, manakala gajah mada yang begitu besar jasa-jasanya terhadap negeri Wilwatika (nama asli negeri yang biasa dikenal Majapahit, sebenarnya Majapahit adalah nama ibukota dari Wilwatikta) tak pernah ada satupun kitab yang menjelaskan mengenai masa kecil, asal-usul , dan lahirnya seorang Gajah Mada. Semua cerita tentang masa kecilnya hanya mitos belaka. Ada yang menyebut ia lahir dibalai agung sebagai keturunan dewa brahma, adapula yang menyebut ia adalah anak dari seorang raja Majapahit dan lain sebagainya. Tetapi dalam Babad Gajah Mada terdapat kalimat yang berbunyi jiwa mrtta yogi swaha, artinya tahun saka 1221. Seandainya itu benar angka yang menunjukkan kelahirannya, maka Gajah Mada dilahirkan pada tahun Saka 1221 (1299 Masehi).
Perjalanan karir Gajah mada terbilang mananjak drastis yang mana menjadi pemicu rasa iri hati oleh banyak kalangan terutama para pejabat pemerintahan. Jabatan tersebut dapat diraihnya karena karakter Gajah Mada yang luar biasa, terutama karakter yang sangat setia terhadap Prabu. Baik buruk sang prabu pasti tetap dijunjungnya. Hal ini dibuktikan pertama kali saat terjadi peristiwa Badander, peristiwa pemberontakan oleh para pejabat kepercayaan Prabu Jayanagara (Raja kedua Wilwatikta) beserta kubu putri Jawa yang menginginkan Prabu Jayanagara lengser sebagai raja. Ditengah situasi yang seperti itu, Gajah Mada tetap setia terhadap Raja, ia rela membela Prabu dengan mengungsikannya ke Badander karena Prabu sudah diincar untuk dibunuh oleh para pemberontak tersebut.
Setelah menuai keberhasilan dalam peristiwa Badander, disitulah letak awal karir Gajah Mada dimulai yang terbilang melesat cepat dan menjadikannya semakin lebih dekat dengan keluarga Prabu serta menjadi orang yang benar-benar dipercaya oleh Prabu di negeri Wilwatikta. Karir puncak yang diraih Gajah Mada, yaitu pada saat ia menjabat menjadi patih amangkubumi.
Mengenai Sumpah yang pernah diikrarkan Gajah Mada yang berisi Jika telah berhasil menundukkan Nusantara, saya baru akan beristirahat. Jika Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik telah tunduk, saya akan beristirahat. Sumpah tersebut tidak hanya sekedar sumpah asal-asalan, namun wilayah-wilayah yang disebutkan dalam sumpah itu termasuk wilayah yang mengandung kekayaan alam luar biasa. Gajah Mada memang sangat cerdas, kemungkinan ia mengetahui wilayah-wilayah kaya tersebut dari belajar otodidak, mempelajari kitab-kitab kuno serta mempelajari betul sejarah kerajaan-kerajaan terdahulu. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kejayaan Wilwatikta, tidak lepas dari peran Gajah Mada.
Dalam buku ini juga menyinggung tentang gagalnya menakhlukkan wilayah Sunda. Hal ini dikarenakan negeri Wilwatikta dan Sunda merupakan saudara tua. Meskipun telah memenangkan perang yang terjadi di Bubat (perang Bubat), tetap saja Sunda tidak pernah ditakhlukkan Wilwatikta.
Jumlah halaman : 134 Halaman
Penerbit : Nuansa Cendekia
Cetakan : Pertama
Tahun Terbit : 2013
Penulis : Kuncoro Adi
Rangkuman
Dalam buku Gajah Mada memuat kisah tentang seorang mahapatih yang luar biasa dengan sumpah yang melegenda, yaitusumpah palapa. Tak diragukan lagi bahwa gajah mada memang sosok yang luar biasa dengan delapan belas prinsip hidup yang dipegang selama hidupnya. Delapan belas prinsipnya itu adalah: 1. Wijaya (memperoleh kemenangan dalam setiap permasalahan yang dihadapi), 2. Mantriwira (berani), 3.Wicaksanengnaya (Bijaksana), 4. Mataggwan (memiliki tanggung jawab yang besar), 5. Satya Bhakti Aprabhu (setia dan berbakti kepada negara dan raja (prabu), 6. Wagmi Wak (pandai bertutur kata), 7. Sarjjawopasama (berperilaku rendah hati, tulu ikhlas, serta lurus dan sabar, 8. Dhirotsaha (bekerja dengan sungguh-sungguh), 9. Tan lalana (usaha yang tak kenal lelah), 10. Diwyacitra (selalu menjalin hubungan baik dengan orang lain), 11. Tan Satrisna (tidak memikirkan kesenangan duniawi), 12. Sihsamastabhuwana (menyayagi seluruh dunia), 13. Ginong Pratidina (mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang buruk), 14. Sumantri (menjadi pegawai kerjaan yang ideal dan jauh dari celaan), 15. Anayaken (Tidak gentar untuk memusnahkan lawan), 16. Ambek Parama Artha (mendahulukan kepentingan umum), 17. Waspada Purwa Artha (waspada untuk melakukan pembenahan) dan 18. Prasaja (hidup sederhana).
Demikianlah delapan belas prinsip gajah mada yang membuat dirinya menjadi sosok yang luar biasa, sampai sepeninggalannya, tak ada seorangpun yang pantas dan sanggup menggantikan posisi patih amangkubumi yang disandangnya. Baru selang 3 tahun sejak mangkatnya sang patih Gajah Mada, kepemimpinannya dibagi atas empat orang pejabat tinggi kerajaan.
Namun ironis, manakala gajah mada yang begitu besar jasa-jasanya terhadap negeri Wilwatika (nama asli negeri yang biasa dikenal Majapahit, sebenarnya Majapahit adalah nama ibukota dari Wilwatikta) tak pernah ada satupun kitab yang menjelaskan mengenai masa kecil, asal-usul , dan lahirnya seorang Gajah Mada. Semua cerita tentang masa kecilnya hanya mitos belaka. Ada yang menyebut ia lahir dibalai agung sebagai keturunan dewa brahma, adapula yang menyebut ia adalah anak dari seorang raja Majapahit dan lain sebagainya. Tetapi dalam Babad Gajah Mada terdapat kalimat yang berbunyi jiwa mrtta yogi swaha, artinya tahun saka 1221. Seandainya itu benar angka yang menunjukkan kelahirannya, maka Gajah Mada dilahirkan pada tahun Saka 1221 (1299 Masehi).
Perjalanan karir Gajah mada terbilang mananjak drastis yang mana menjadi pemicu rasa iri hati oleh banyak kalangan terutama para pejabat pemerintahan. Jabatan tersebut dapat diraihnya karena karakter Gajah Mada yang luar biasa, terutama karakter yang sangat setia terhadap Prabu. Baik buruk sang prabu pasti tetap dijunjungnya. Hal ini dibuktikan pertama kali saat terjadi peristiwa Badander, peristiwa pemberontakan oleh para pejabat kepercayaan Prabu Jayanagara (Raja kedua Wilwatikta) beserta kubu putri Jawa yang menginginkan Prabu Jayanagara lengser sebagai raja. Ditengah situasi yang seperti itu, Gajah Mada tetap setia terhadap Raja, ia rela membela Prabu dengan mengungsikannya ke Badander karena Prabu sudah diincar untuk dibunuh oleh para pemberontak tersebut.
Setelah menuai keberhasilan dalam peristiwa Badander, disitulah letak awal karir Gajah Mada dimulai yang terbilang melesat cepat dan menjadikannya semakin lebih dekat dengan keluarga Prabu serta menjadi orang yang benar-benar dipercaya oleh Prabu di negeri Wilwatikta. Karir puncak yang diraih Gajah Mada, yaitu pada saat ia menjabat menjadi patih amangkubumi.
Mengenai Sumpah yang pernah diikrarkan Gajah Mada yang berisi Jika telah berhasil menundukkan Nusantara, saya baru akan beristirahat. Jika Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik telah tunduk, saya akan beristirahat. Sumpah tersebut tidak hanya sekedar sumpah asal-asalan, namun wilayah-wilayah yang disebutkan dalam sumpah itu termasuk wilayah yang mengandung kekayaan alam luar biasa. Gajah Mada memang sangat cerdas, kemungkinan ia mengetahui wilayah-wilayah kaya tersebut dari belajar otodidak, mempelajari kitab-kitab kuno serta mempelajari betul sejarah kerajaan-kerajaan terdahulu. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kejayaan Wilwatikta, tidak lepas dari peran Gajah Mada.
Dalam buku ini juga menyinggung tentang gagalnya menakhlukkan wilayah Sunda. Hal ini dikarenakan negeri Wilwatikta dan Sunda merupakan saudara tua. Meskipun telah memenangkan perang yang terjadi di Bubat (perang Bubat), tetap saja Sunda tidak pernah ditakhlukkan Wilwatikta.
Komentar
Posting Komentar